4 Cerita Rakyat Jawa Timur Terbaik Untuk Anak

Salah satu jenis cerita rakyat yang bisa didongengkan adalah cerita dari Jawa Timur. Wilayah ini lekat dengan banyaknya legenda yang bisa diambil makna dibaliknya. Kisah yang diberikan juga disukai oleh anak-anak untuk bahan pembelajaran.

4 Cerita Rakyat Jawa Timur Terbaik Untuk Anak

1. Sura Alap-Alap dan Ikan Tageh

Rekomendasi kisah dari Jawa Timur pertama yang bisa dibaca untuk pembelajaran adalah Sura Alap-Alap dan Ikan Tageh. Kisah ini terjadi pada masa kompeni masih menduduki Indonesia dan Sura mendapatkan wewenang untuk mengusirnya. Namun penjajah memiliki jumlah lebih banyak dan kuat dibandingkan pribumi.

Dikarenakan pasti kalah dan takut banyak korban akhirnya pribumi dan Sura mengungsi sebelum penjajah itu datang. Namun anehnya desa yang ditinggal tersebut tertutup oleh air dan banyak Ikan Tageh. Penjajah yang datang buru-buru pergi karena mengira semua penduduk sudah mati.

Namun ketika penduduk sudah kembali ke desanya banjir itu sudah surut dan tidak ada sisa airpun. Semenjak itu Sura Alap-Alap berkata pada penduduk sekitar untuk tidak memakan Ikan Tageh. Alasannya adalah mereka sudah membantu menyelamatkan sehingga tidak baik untuk memakannya.

2. Asal Mula Babah

Dongeng rakyat Jawa Timur berikutnya yang menarik untuk disimak adalah asal mula penggunaan kata “Babah” di tanah Jawa. Tentunya Anda pernah mendengar sebutan ini untuk etnis Tionghoa dari orang Jawa. Ternyata hal ini ada asal-usul yang mendasarinya sehingga digunakan sampai sekarang.

Bahah ternyata memiliki artian mencari sebuah jalan. Pada zaman dahulu orang Tionghoa datang ke Jawa dan mencari jalan menuju hutan belantara. Kisah ini juga dianggap sama dengan orang yang melarikan diri bersama pasangannya karena tidak direstui,

Mereka berdua melewati hutan belantara dan mencari jalan keluar dari hutan yang tanpa ujung tersebut.

3. Sungai Brantas Berkelok

Kisah menarik selanjutnya ini memang banyak menimbulkan spekulasi. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa panorama Sungai Brantas dengan banyaknya kelokan tentu membuatnya sangat indah. Ternyata ada legenda dan alasan dibalik sungai yang berkelok tersebut.

Zaman dahulu masih dalam masa pemerintahan Raja, beliau memiliki ular naga yang sangat besar. Ular itu bertempat tinggal di area sungai tersebut, ketika dipanggil dia akan berkelok membentuk lintasan menuju istana. Nah, jalan itu akhirnya digenangi air dan sampai kini dikenal dengan Sungai Brantas.

4. Paduan nama yang baik

Kisah tokoh penting Jawa Timur yang satu ini banyak diidentikkan dengan pemilihan pasangan berdasarkan nama yang baik. Kisahnya dimulai dengan adanya dua tokoh penting dalam cerita yaknik Mukdima dan Lasmudin. Kedua tokoh ini adalah pasangan suami istri namun mereka hanya percaya keberuntungan saja.

Mertua Lasmudin adalah seorang petani namun Lasmudin sama sekali tidak mau membantunya. Dia hanya senang dengan kerajinan boneka yang dibuatnya selama ini. Mertuanya jelas marah namun Lasmudin yakin perpaduan nama dia dan istrinya sudah bagus jadi banyak keberuntungan datang.

Hingga suatu hari ada kepercayaan raja yang datang ke Lasmudin untuk memintanya membuat boneka. Boneka itu digunakan untuk menghibur putri raja yang sedang bersedih. Ternyata hadiah yang diberikan cukup banyak berupa emas dan pakaian yang melimpah.

Semenjak itu mertua dari Lasmudin tidak pernah lagi marah dan memintanya tetap membuat boneka. Tentu saja hal ini dipercaya karena nama-nama baik yang dimiliki keduanya.

Dari beberapa cerita rakyat tersebut tentunya bisa diambil makna yang mendalam untuk dipahami. Anda bisa menggunakan hal-hal baik yang diberikan untuk diambil dalam kehidupan.