Menilik Jenis Masalah Perkembangan Bayi Sesuai Umurnya

Menilik Jenis Masalah Perkembangan Bayi Sesuai Umurnya

Ketika lahir, tentu perkembangan fisik atau aspek lain dari bayi merupakan bagian penting agar tumbuhnya bisa optimal tentunya. Namun, dalam beberapa kasus perkembangan dari bayi bisa terjadi sebuah masalah dimana cenderung mengalami hambatan cukup besar. Oleh karena faktor inilah perkembangan bayi perlu namanya diperhatikan dengan seksama agar tidak terjadi suatu masalah berarti tentunya.

Waktu paling awal untuk memantau apakah ada masalah dari tumbuh kembang seorang bayi adalah pada saat berumur minimal dua bulan. Ciri awal dimana terdapat masalah yaitu ketika digendong terasa kaku dan sisi kaki dari bayi terasa sangat tegang pada saat dipegang. Namun, sebenarnya masih banyak lagi keterangan penting untuk memastikan bahwa dari waktu ke waktu tidak terjadi suatu masalah berarti pada anak bayi.

Contoh Masalah Dalam Tumbuh Kembang Berdasar Umur

Seperti sudah disinggung sejak umur dua bulan, sebenarnya masih ada tahapan lain dimana memang harus sangat diwaspadai. Sebagai orang tua pastinya tidak ingin menghadapi masalah terkait masalah oleh anaknya karena tidak akan tega tentunya. Itulah mengapa pembahasan dari setiap aspek dimana sangat mempengaruhi tumbuh kembang bayi harus benar-benar dipahami.

Berikut adalah beberapa keterangan penting terkait menghindari masalah bayi sesuai umur yang berlaku secara umum :

  1. Usia hingga 3 bulan

Membahas bayi dari usia baru lahir sekitar 3 bulan memang cukup sensitif, karena kemampuan dasar darinya masih sangat terbatas. Masalah utama ketika dalam umur ini adalah kecenderungan dimana tidak mampu memberikan reflek berupa menggenggam jari orang tua saat dekat. Ada juga gejala seperti belum bisa menggerakkan bagian kepala pada saat berbaring tengkurap

  1. Usia 4 hingga 6 bulan

Setelah sudah membesar dan mencapai tahap kedua di umur empat hingga enam bulan tentu bayi harus bisa beberapa hal. Bila terdapat suatu masalah, satu hal pertama adalah bayi tidak bisa melakukan gerakan meraih atau memiliki kemauan mendapatkan benda yang menarik perhatian. Bagian cukup menyulitkan ketika bayi masih belum mampu berguling secara perlahan serta menegakkan kepala secara stabil tentunya.

  1. Usia 7 hingga 9 bulan

Pada fase tersebut, diharapkan tentunya bayi sudah bisa duduk tegak sendiri dalam durasi waktu cukup lama pastinya. Ini disebabkan tumbuhnya otot juga lebih kuat, bahkan normalnya juga sudah bisa merangkak perlahan. Menilik sisi sensor tangan, maka biasanya kejadian cukup perlu perhatian adalah ketika bayi masih belum bisa tepuk tangan atau menyentuh benda. Pastinya dengan begitu sudah harus diperhatikan dan didampingi lebih dalam.

Usia di bawah satu tahun memang harus mendapatkan perhatian lebih khusus, alasannya tentu pada waktu tersebut seluruh nutrisi dan pembelajaran sangat dibutuhkan. Penyebab bayi bisa terlambat memang dari dalam dirinya sendiri atau faktor lingkungan. Itulah mengapa sebagai orang tua harus terus mendampingi dan mendorong agar anak bisa berkembang lebih baik.