Pihak, Manfaat dan Proses AMDAL

Pihak, Manfaat dan Proses AMDAL

Pihak-pihak yang terlibat dalam proses penyusunan AMDAL

  • Pemerintah:

Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memutuskan apakah suatu rencana kegiatan berwawasan lingkungan atau tidak. Keputusan kelayakan ekologis ini dimaksudkan untuk melindungi kepentingan rakyat dan kesesuaian dengan kebijakan pembangunan berkelanjutan. Untuk mengambil keputusan, pemerintah membutuhkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan baik dari pemilik kegiatan/pemrakarsa maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan. Informasi tersebut disusun secara sistematis dalam dokumen AMDAL. Dokumen ini akan dinilai oleh Komite Penilai AMDAL untuk menentukan apakah informasi yang dikandungnya dapat digunakan dalam pengambilan keputusan dan apakah kegiatan yang diusulkan dapat dinyatakan layak atau tidak berdasarkan kriteria kelayakan lingkungan yang ditetapkan oleh peraturan pemerintah.

  • Pemrakarsa:

Perorangan atau badan hukum yang bertanggung jawab atas rencana bisnis dan/atau kegiatan yang akan dilakukan. Pemrakarsa wajib melaksanakan kajian AMDAL. Meskipun pemohon dapat menugaskan pihak lain (misalnya konsultan lingkungan) untuk melaksanakan studi AMDAL, tanggung jawab atas hasil studi dan pelaksanaan ketentuan AMDAL tetap berada di tangan pemohon.

  • Komunitas yang tertarik:

Komunitas kepentingan adalah masyarakat yang terkena dampak dari segala bentuk keputusan dalam proses AMDAL. Masyarakat memiliki posisi yang sangat penting dalam AMDAL, yaitu setara dengan posisi pihak lain dalam AMDAL. Dalam kajian AMDAL, masyarakat bukanlah subjek kajian, melainkan subjek yang ikut serta dalam proses pengambilan keputusan mengenai hal-hal yang terkait dengan AMDAL. Dalam proses ini, masyarakat mengomunikasikan aspirasi, kebutuhan, nilai-nilai yang dimiliki masyarakat, dan saran untuk memecahkan masalah guna mengambil keputusan yang terbaik.

Dalam proses AMDAL, masyarakat dibagi menjadi dua kategori, yaitu;

  1. Komunitas yang terkena dampak: Orang-orang yang akan merasakan dampak dari kegiatan yang direncanakan (kelompok penerima manfaat) dan kelompok risiko
  2. Komunitas observasi: komunitas yang tidak terpengaruh oleh kegiatan yang direncanakan tetapi peduli terhadap kegiatan dan dampak lingkungannya.

 

Manfaat Mempersiapkan AMDAL

Bagi pemerintah, AMDAL bermanfaat untuk:

  • Menghindari pencemaran dan kerusakan lingkungan serta pemborosan sumber daya alam dalam arti yang lebih luas.
  • Menghindari konflik dengan masyarakat dan kegiatan lain di daerah tersebut.
  • Memastikan pelaksanaan pembangunan tetap sejalan dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
  • Mengambil tanggung jawab negara dalam pengelolaan lingkungan.
  • Bahan untuk rencana pembangunan wilayah dan tata ruang.

Bagi pemrakarsa, AMDAL berguna untuk:

  • Menjamin kelangsungan usaha dan/atau kegiatan berdasarkan keterkaitan antara aspek ekonomi, teknis, dan lingkungan.
  • Penghematan dalam penggunaan sumber daya (modal, bahan baku, energi).
  • Dapat dijadikan acuan dalam proses peminjaman bank.
  • Memberikan pedoman untuk membangun interaksi dengan masyarakat sekitar untuk mencegah konflik sosial yang merugikan.
  • Sebagai bukti kepatuhan terhadap peraturan hukum, seperti

AMDAL bermanfaat bagi masyarakat untuk:

  • Mengenali dampak positif dan negatif dari suatu kegiatan sejak dini untuk menghindari terjadinya dampak negatif dan untuk mencapai dampak positif dari kegiatan tersebut.
  • Melakukan kontrol atas pemanfaatan sumber daya alam dan pengelolaan lingkungan oleh pemrakarsa kegiatan, sehingga kepentingan kedua belah pihak saling dihormati dan dilindungi.
  • Terlibat dalam proses pengambilan keputusan atas rencana pembangunan yang mempengaruhi nasib dan kepentingan mereka.

 

Proses Persiapan AMDAL

Prosedur AMDAL terdiri dari:
1. Prosedur penyaringan wajib AMDAL
2. Proses pengumuman
3. Lingkup
4. Penyusunan dan evaluasi KA-ANDAL
5. Penyusunan dan evaluasi ANDAL, RKL dan RPL
6. Studi dampak lingkungan

Sumber Rangkuman Terlengkap : SeputarPengetahuan.Co.Id